Suatu hari dalam dalam suatu tugas harian kerja, aku bertemu seorang Laki-Laki Tua. Beliau adalah seorang penjaga sekaligus officeboy di sebuah perusahaan Koperasi Taksi di Jakarta.
Lama kami berbincang, namun arahnya makin menjurus ke dalam pandangan hidup, agama dan Tuhan. Menurutnya semua agama itu sama, satu tujuan menyembah Tuhan YME. Agama itu ibarat jalan, dalam peribahasa " Banyak Jalan Menuju Roma " . Itulah menurut dia tentang Agama dan Tuhan. Tuhan itu satu tetapi agama yang banyak.Benarkah?
Dia bekata bahwa setan adalah nenek moyang manusia. Menurutnya Tuhan menciptakan manusia karena permintaan setan kepada Tuhan. Setan meminta kepada Tuhan sebuah mainan, sebuah boneka untuk dijadikan asuhannya. Maka Tuhan pun mengabulakn permintaan setan dengan menciptakan Adam dan Hawa.
Begitulah menurut dia,dia berkata kita tidak boleh memusuhi setan, kita harus menjunjung setan karena mereka adalah nenek moyang kita. "Ah gila" pikirku.
Namun dari perbincangan itu kutenemukan sesuatu yang berharga. Suaatu pemikiran dari pertanyaan yang tak bisa kujawab. Dia bertanya. Dimanakah tempat duduk Tuhan? Dan dimana tempat duduk setan, kedua pertanyaan itu tak bisa kujawab, kemudaian dia menjawab sendiir pertanyaannya,bahwa Tuhan itu duduk di hati manusia sehingga hati tidak boleh diisi oleh yang buruk seperti iri dengki takabur. Sedangakan setan berdiri di mulut mausia, karena mulut paling banyak melakukan dosa, yaitu berbohong dan fitnah.


0 komentar:
Posting Komentar